Mengenal Lebih Dekat Perhiasan Emas dan Model Terkini

Siapa yang tidak kenal perhiasan emas? Perhiasan emas bukan sekedar aksesoris biasa, namun juga dikena sebagai penjunjang penampilan yang elegan dan glamor. Apalagi untuk para wanita, perhiasan emas menjadi salah satu sorotan dan tentunya membuat indah secara keseluruhan penampilan dari kepala hingga kaki. Emas sendiri selain berfungsi sebagai perhiasan sebenarnya sering kali kita ketahui juga bahwa dapat menjadi sebuah aset.

Emas yang setiap tahun ke tahun harganya selalu meningkat bersamaan dengan demand yang selalu meningkat pula. Namun terfokus pada aspek perhiasan, perhiasan emas ternyata benar-benar menjadi perhiasan idaman. Bentuknya pun bermacam-macam. Ada yang bebentuk gelang, kalung, anting, lintion, bros, pin, dan masih banyak aksesoris lainnya sebagai perhiasan bagi yang menggunakan terutama kaum wanita.

Dalam prosesnya, terkadang kita membeli perhiasan emas sekadar memburu model dan menyesuaikan budget. Padahal, menjadi hal utama dan penting untuk mengetahui seluk-beluk emas. Mulai dari asal-mulanya, komposisinya, hingga model perhiasan emas yang cocok buat kamu.

Sejarah Perhiasan Emas

Perhiasan sudah menjadi akrab dengan kehidupan manusia sejak 90.000 tahun yang lalu untuk mengekspresikan kekayaan dan taraf kehidupan bagi suatu insan. Dahulu kala, perhiasan bukanlah terbuat dari logam-logam berkilauan yang saat ini kita ketahui seperti emas, perak, dan lain-lain. Melainkan, terbuat dari cangkang kerang yang kemudian diuntai dan dikenakan.

Perhiasan sebenarnya kerap kali diketahui bukan sebagai perhiasan itu sendiri, melainkan sebagai jimat atau media untuk suatu ritual. Perkembangan perhiasan memang diawali oleh kalung. Namun lambat laun tidak hanya kalung saja, melainkan perkembangan bentuk-bentuk lain seperti gelang, anting, dan lain sebagainya. Tidak hanya dari segi bentuk, pada tahun 4700 SM barulah penggunaan emas pertama kali dimanfaatkan sebagai bahan dasar pembuatan perhiasan.

Perhiasan Emas

Emas tergolong sebagai logam yang lunak. Dalam prosesnya, emas sebetulnya perlu dicampurkan dengan logam lain untuk membuatnya lebih kuat. Istilah yang sering digunakan untuk menyebut kadar emas suatu perhiasan adalah emas muda dan emas tua.

Emas muda dikenal sebagai perhiasan dengan kadar emas di bawah 42%, sedangkan emas tuas adalah perhiasan dengan kadar di atas 42%. Namun hal tersebut sifatnya tentatif. Karena beberapa sumber juga menyebutkan bahwa emas muda dan emas tua digolongkan atas tolok ukur kada emas 70%. Artinya, jika dibawah 70% disebut sebagai emas muda dan di atas tolok ukur tersebut disebut sebagai emas tua.

Hal ini tentunya berpengaruh untuk segi harga perhiasan. Emas tua yang diketahui lebih banyak kadar emasnya tentu memiliki harga jual yang lebih tinggi dibandingkan dengan emas muda dengan kadar emas yang lebih sedikit dibanding emas tua.

Karat atau Kadar Perhiasan Emas

Tidak hanya istilah emas muda dan emas tua. Kerap kali kita mendengar dengan istilah ‘karat’. Karat merupakan istilah yang melambangkan seberapa banyak kandungan emas murni yang terdapat pada perhiasan. Beberapa jenis yang perlu kita ketahui adalah sebagai berikut:

  • 24 Karat, artinya kandungan emas murni yang terdapat pada perhiasan sekitar 99,00% – 99,99%
  • 23 Karat, artinya kandungan emas murni yang terdapat pada perhiasan sekitar 94,80% – 98,89%
  • 22 Karat, artinya kandungan emas murni yang terdapat pada perhiasan sekitar 90,60% – 94,79%
  • 21 Karat, artinya kandungan emas murni yang terdapat pada perhiasan sekitar 86,50% – 90,59%
  • 20 Karat, artinya kandungan emas murni yang terdapat pada perhiasan sekitar 82,30% – 86,49%
  • 19 Karat, artinya kandungan emas murni yang terdapat pada perhiasan sekitar 78,20% – 82,29%
  • 18 Karat, artinya kandungan emas murni yang terdapat pada perhiasan sekitar 75,40% – 78,19%
  • 14 Karat, artinya kandungan emas murni yang terdapat pada perhiasan sekitar 58,3% – 41,7%
  • 10 Karat, artinya kandungan emas murni yang terdapat pada perhiasan sekitar 41,7% – 58,3%

Sehingga dalam hal ini dapat dikaitkan dengan istilah perhiasan emas muda dan tua bahwa 14 karat tergolong sebagai perhiasan emas muda dengan kadar di bawah 70% dan 18 karat sudah tergolong sebagai perhiasan emas tua dengan kadar di atas 70%.

Model Perhiasan Emas

Variasi model perhiasan emas memang tidak ada habisnya, dari liontin, gelang, anting, hingga pendant. Berikut merupakan model perhiasan emas yang eye catching dan memukau!

Liontin Bunga Daisy

Perhiasan emas ini merupakan liotin dengan tekstur yang menyerupai potongan berlian. Kilaunya yang sangat indah serta three tone yang memukau tentunya menjadi daya tarik tersendiri. Sisi feminin dan elegan sangat terpancar dengan aksesoris berbentuk bunga daisy dalam sebuah liontin.

Spesifiknya, liontin ini berkadar 18 karat, dengan tone warna putih, kuning dan rose gold. Dimensi tinggi yaitu 2.5 cm dan panjnag 1.2 cm. Bentuk tergolong dalam golongan glossy, terdapat lapisan rodhium, dan secara keseluruhan estimasi berat adalah 0.5 gram.

Anting Emas Bunga

Anting berbentuk bunga memberi kesan sederhana, indah, dan memukau. Terbuat dari emas membuat anting ini tentunya kental dengan kesan yang elegan. Namun model bunga memberi kesan feminin dan humble.

Material emas yang terdapat dalam anting ini adalah 18 karat, dengan tone warna pure gold. Bentuk secara keseluruhan tergolong dalam golongan glossy, dengan estimasi berat yaitu 1.2 gram dan yang pastinya berjumlah dua pcs.

Anting Hati Etnik

Anting berbentuk hati yang entik, begitu edgy dan formal. Sangat artistik dan elegan dalam waktu yang bersamaan. Detail berbentuk ukiran di bagian tengah anting tentunya menjadi nilai tambah dan daya tarik tersendiri.

Terbuat dari emas 18 karat dengan warna rose gold. Tergolong dalam bentuk glossy, dilapisi oleh lapisan rodhium, estimasi berat yaitu sekitar 0.85 gram.

Italian Bracelet

Gelang yang satu ini juga terlihat sangat playful dan distinctive. Sederhana namun memukau pastinya. Panjang kurang lebih sekitar 16 cm, dengan material emas 18 karat, kombinasi warna yaitu yellow, rose dan white gold. Berbentuk glossy, dan dilapisi lapisan rodhium.

My Pencil Ring

Cincin yang sangat unik dengan bentuk menyerupai pensil yang digulung. Lebih unik lagi ketika cincin ini sudah dikenakan pada jari tangan. Bentuknya yang fresh dan playful memberi kesan unik tentunya bagi yang mengenakan. Terbuat dari emas dan sedikit tekstur untuk menambah sisi elegan, dilapisi lapisan rodhium, dan estimasi berat cincin adalah 2.55 gram.

Italian Pendant

Italian pendant ini memberi kesan anggun yang nyata. Cocok untuk digunakan pada acara-acara yang formal. Kombinasi dua warna antara rose dan yellow gold serta shining diamond yang memberi daya tarik dan menonjolkan keindahan. Bentuk pendant ini adalah glossy dengan dilapisi lapisan rodhium dan terbuat dari emas sebesar 18 karat.

Liontin Emas Rasi Bunga

Liotin dengan berbentuk rasi bunga yang detail dan memukau di setiap sisinya tentunya membuat kita ingin memilikinya. Liontin dengan kombinasi tiga warna yaitu yellow, rose dan white gold memberikan kesan mewah yang nyata. Terbuat dari emas 18 karat, berbentuk glossy, terdapat lapisan rodhium, dan dengan estimasi berat yaitu 1.6 gram.

Italian Necklace Borsalino

Kalung yang satu ini berbentuk sangat sederhana. Karena point dari kalung ini adalah pada ukiran dan teksturnya, serta kombinasi warna-nya yang menjadi daya tarik kalung mewah ini. Panjang kalung ini yaitu 44 cm, terbuat dari emas 18 karat, berbentuk glossy, dilapisi lapisan rodhium, dan dengan estimasi berat produk yaitu 1.1 gram.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *